Gotong Royong Pulihkan Air Bersih Tanah Datar: Donasi Rp1,5 Miliar Mengalir

Padang Panjang – Masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kini dapat bernapas lega. Akses air bersih yang sempat terputus akibat bencana, berangsur pulih berkat upaya gotong royong berbagai pihak. Pemasangan pipanisasi air bersih menjadi fokus utama pemulihan pascabencana.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat dalam membantu korban banjir. "Pemulihan pascabencana di Sumbar bisa berjalan lebih cepat karena adanya kebersamaan," ujarnya saat meninjau pemasangan pipanisasi di Jorong Muaro Ambius, Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuah Selatan, Minggu (18/1/2026).

Program pipanisasi ini difasilitasi oleh Badan Pengelola Wakaf Rangkiang Peduli Negeri (RPN). Ketua RPN Sumbar, Zeng Welf, mengungkapkan bahwa donasi yang terkumpul mencapai Rp1,5 miliar, berasal dari berbagai pihak. Sebagian dana dialokasikan untuk pipanisasi air bersih.

"Alhamdulillah, hingga saat ini sekitar 50 NGO dari luar Sumatera Barat telah menyalurkan donasi melalui RPN," kata Zeng. Pemasangan pipanisasi dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan relawan dan masyarakat setempat.

Jon Simamora (53), perwakilan warga Jorong Muaro Ambius, menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut. "Kami mengucapkan terima kasih kepada RPN, para donatur, dan Bapak Gubernur yang hadir langsung di tengah masyarakat," ujarnya. Ia menambahkan, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan paling krusial setelah banjir melanda. Kerusakan sarana air bersih sempat menyulitkan aktivitas sehari-hari warga. Bantuan pipanisasi ini menjadi harapan besar bagi masyarakat untuk kembali menjalani kehidupan normal.