Ganefri Dorong Masjid Solok Bina Generasi Muda

Solok – Ketua Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Sumatera Barat periode 2024-2029, Prof. H. Ganefri, Ph.D., menegaskan masjid harus menjadi pusat pembinaan generasi muda untuk menghadapi tantangan sosial di era digital. Pesan itu ia sampaikan saat melantik Pengurus Daerah DMI Kota Solok di Masjid Agung Al Muhsinin, Rabu (1/7/2026), dalam prosesi yang berlangsung khidmat.

Ganefri menilai, anak muda saat ini menghadapi banyak persoalan, mulai dari degradasi moral, penyalahgunaan narkoba, judi daring, pinjaman online, hingga dampak negatif media sosial. Karena itu, masjid harus hadir sebagai ruang yang ramah bagi anak-anak dan remaja untuk belajar, beribadah, serta membangun karakter dan potensi diri.

“Masjid tidak cukup hanya dipahami sebagai tempat salat. Masjid juga harus menjadi rumah bagi generasi muda untuk belajar Al-Qur’an, menumbuhkan kepemimpinan, memperkuat akhlak, dan mengasah keterampilan hidup,” kata Ganefri.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan masjid yang profesional, transparan, dan akuntabel. Menurut dia, administrasi yang tertib, keuangan yang sehat, dan pelayanan yang baik kepada jamaah menjadi dasar untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Selain fungsi keagamaan, Ganefri mendorong masjid berperan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat. Upaya itu, ujarnya, bisa ditempuh melalui pengembangan koperasi syariah, pelatihan kewirausahaan, pengelolaan zakat, infak, sedekah, wakaf produktif, serta pendampingan usaha mikro jamaah.

Ganefri juga meminta pengurus masjid beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pemanfaatan platform digital, kata dia, dapat membantu administrasi, penyebaran informasi kegiatan, edukasi keagamaan, dan pelayanan jamaah agar dakwah menjangkau masyarakat lebih luas.

Ia menegaskan, upaya memakmurkan masjid tidak bisa dijalankan DMI sendirian. Karena itu, diperlukan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Solok, Kementerian Agama, Baznas, MUI, organisasi kemasyarakatan Islam, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat.

Ganefri optimistis Solok memiliki modal sosial yang kuat berupa tradisi kehidupan beragama yang sudah mengakar. Potensi itu, katanya, perlu terus diperkuat agar Solok menjadi contoh daerah dengan masjid aktif, jamaah berdaya, generasi muda berakhlak mulia, dan masyarakat yang semakin sejahtera.

Di akhir sambutannya, ia meminta pengurus DMI menghadirkan program yang memberi dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Mari jadikan setiap masjid sebagai pusat lahirnya ilmu, akhlak, persatuan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat. Dengan memperkuat ukhuwah dan memakmurkan masjid, kita bisa membangun masyarakat yang religius, cerdas, sejahtera, dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Komentar