Padang – Pemerintah Kota Padang mulai membayar gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui layanan perbankan syariah per 1 Juli 2026. Kebijakan ini menjadi langkah awal transformasi keuangan daerah yang lebih luas, termasuk rencana pengalihan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke Bank Nagari Syariah.
Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, mengatakan perpindahan rekening ASN dilakukan dari Bank Nagari Konvensional ke Bank Nagari Syariah. Ia memastikan proses tersebut tetap menjaga kualitas layanan dan fasilitas bagi nasabah, khususnya ASN Pemerintah Kota Padang.
“Kebijakan ini bukan sekadar mengubah mekanisme pembayaran, tetapi menjadi langkah strategis untuk membangun fondasi ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan,” kata Gusti di Padang, Rabu (1/7).
Ia menilai momentum itu juga memiliki makna khusus karena berdekatan dengan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Menurut Gusti, hal tersebut menjadi simbol semangat hijrah yang tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik, tetapi juga sebagai perubahan menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik, lebih berkah, sesuai nilai syariat, dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dalam kesempatan terpisah, Wali Kota Padang Fadly Amran menyebut pembayaran gaji ASN melalui sistem syariah sebagai tahap awal dari perubahan yang lebih besar. Setelah itu, Pemko Padang akan melanjutkannya dengan pengalihan RKUD dari Bank Nagari Konvensional ke Bank Nagari Syariah sebagai pusat pengelolaan keuangan daerah, pembiayaan, dan aktivitas keuangan mitra pemerintah kota.
Fadly menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari roadmap pembangunan ekonomi syariah yang dijalankan secara bertahap dan terukur. Kebijakan itu juga dinilai sejalan dengan visi Pemko Padang yang menempatkan agama dan budaya sebagai landasan penggerak potensi daerah.
Ia juga menyoroti filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah sebagai pertimbangan kuat dalam mendorong hijrah keuangan daerah. Menurutnya, semangat hijrah mengajarkan bahwa perubahan besar selalu berawal dari keberanian mengambil langkah, yang kemudian harus ditopang komitmen, kepemimpinan, dan konsistensi.
Fadly menyebut peralihan gaji ASN bukan sekadar memindahkan rekening, melainkan menjadi awal penguatan seluruh ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Kota Padang. Dampaknya mencakup pengelolaan kas daerah, pembiayaan UMKM, transaksi pemerintah, hingga peningkatan literasi keuangan syariah di masyarakat.
“ASN adalah representasi pemerintah di tengah masyarakat. Saat ribuan ASN menggunakan layanan keuangan syariah, kepercayaan publik terhadap industri ini akan meningkat. Dampaknya tidak hanya pada sektor perbankan, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi pembiayaan UMKM, pengembangan usaha halal, penguatan zakat, infak, sedekah, dan wakaf produktif, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, ASN bukan hanya penerima gaji, tetapi juga agen perubahan dalam membangun budaya ekonomi yang selaras dengan filosofi ABS SBK. Menurut Fadly, dana yang selama ini berputar di sistem konvensional kini mulai masuk ke sistem keuangan syariah, sehingga kapasitas pembiayaan sektor produktif, UMKM, akses pembiayaan masyarakat, dan industri halal di Padang akan semakin kuat.
Setelah pembayaran gaji ASN berjalan baik, Pemko Padang telah menyiapkan langkah berikutnya berupa pengalihan RKUD yang disebut sebagai jantung pengelolaan keuangan daerah. Seluruh penerimaan dan pengeluaran pemerintah bermuara pada sistem itu, sehingga pengelolaannya melalui perbankan syariah akan membuat aktivitas fiskal pemerintah lebih selaras dengan prinsip syariah.
“Langkah ini menunjukkan bahwa komitmen Pemerintah Kota Padang tidak berhenti pada aspek simbolik, tetapi menyentuh sistem pengelolaan keuangan secara menyeluruh,” kata Fadly.
Ia menegaskan keberhasilan transformasi keuangan syariah tidak semata diukur dari jumlah rekening yang berpindah. Yang lebih penting adalah terbentuknya ekosistem keuangan syariah yang saling menguatkan, sehingga Kota Padang tidak hanya memiliki sistem keuangan syariah, tetapi juga ekosistem ekonomi Islam yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Fadly menambahkan, transformasi ini menjadi wujud nyata visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang yang menempatkan penguatan nilai-nilai agama sebagai salah satu pondasi pembangunan daerah.







Komentar