Fujoshi Gemparkan Kampus? Mahasiswi Konsumsi BL, Persepsi LGBT Berubah

Jakarta – Popularitas fenomena fujoshi, yaitu wanita heteroseksual penggemar cerita Boys Love (BL), di kalangan mahasiswi Indonesia menimbulkan kekhawatiran akan pengaruhnya terhadap persepsi LGBT di lingkungan kampus. Konsumsi konten BL secara berlebihan berpotensi mengaburkan batasan antara fiksi dan realitas, serta menormalisasi hubungan homoseksual.

Studi menunjukkan bahwa romantisasi hubungan homoseksual dalam konten BL dapat memperkuat stereotip dan objekifikasi pria homoseksual, meskipun tidak semua fujoshi mendukung hubungan sesama jenis dalam kehidupan nyata.

Akses mudah ke konten dewasa melalui platform digital seperti Telegram, Twitter, atau webtoon berisiko menimbulkan kesalahpahaman mengenai seksualitas dan persetujuan di kalangan mahasiswi yang kurang memiliki pemahaman tentang pendidikan seks yang sehat.

Keberadaan fujoshi juga dapat memicu polarisasi di kalangan mahasiswi, terutama di kampus-kampus yang masih kuat dipengaruhi oleh nilai-nilai agama dan norma sosial yang konservatif.

Media sosial berperan besar dalam penyebaran budaya fujoshi, namun kebebasan ini dapat memicu kecenderungan untuk menganggap nilai-nilai dalam konten BL sebagai hal yang normal tanpa pertanyaan.

Oleh karena itu, kampus perlu meningkatkan pendidikan tentang literasi media, sensitivitas gender, dan pendidikan seks yang komprehensif, serta mendorong mahasiswi untuk mengembangkan perspektif kritis terhadap konten yang mereka konsumsi.

Komentar

REKOMENDASI