Padang – Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau Pabrik Indarung I PT Semen Padang, Kamis (12/3/2026), untuk menjajaki potensi pengembangan cagar budaya nasional itu menjadi pusat seni dan budaya. Ia menekankan pentingnya mengaktifkan kembali bangunan bersejarah agar relevan dengan perkembangan zaman.
Dalam kunjungannya, Fadli Zon mengamati mesin-mesin lama dan kiln yang digunakan dalam proses produksi semen. "Ini menunjukkan betapa pentingnya kawasan ini dalam sejarah perkembangan industri semen," ujarnya. Ia melihat potensi besar ruang-ruang pabrik untuk dijadikan ruang publik yang hidup dan produktif, seperti galeri seni atau tempat pertunjukan.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyambut baik rencana tersebut. "Tujuan beliau datang untuk melihat langsung fasilitas yang ada, karena ada rencana dari Kementerian Kebudayaan untuk mereaktivasi kawasan ini agar bisa dimanfaatkan sebagai galeri seni maupun art space," katanya. Pihaknya mendukung rencana tersebut selama keaslian dan nilai historis bangunan tetap terjaga.
Fadli Zon meyakini, pengelolaan kolaboratif dapat menjadikan kawasan ini pusat kegiatan seni dan budaya yang menjaga warisan sejarah sekaligus membuka ruang ekspresi bagi masyarakat. Ia mengajak Kementerian Kebudayaan, PT Semen Padang, Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, dan komunitas untuk bekerja sama melestarikan cagar budaya ini.
Win Bernadino menambahkan, Pabrik Indarung I bukan sekadar bangunan lama, tetapi bagian penting dari sejarah industri semen di Indonesia. Ia menekankan peran pabrik dalam perkembangan teknologi konstruksi di Indonesia, dari penggunaan kayu ke beton. "Sejarah pabrik semen di Indarung ini menjadi pembuka bagi perkembangan teknologi konstruksi," jelasnya.
PT Semen Padang berharap sejarah ini tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Perusahaan berkomitmen melestarikan kawasan Pabrik Indarung I sebagai upaya menjaga warisan sejarah dan memperkenalkan perjalanan panjang industri semen.






