Padang – Perekonomian Sumatera Barat mencatatkan tren positif pada triwulan I-2026 dengan pertumbuhan sebesar 5,02 persen secara tahunan (y-on-y). Capaian ini didorong kuat oleh sektor penyediaan akomodasi serta makan minum yang melonjak signifikan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas harga berlaku daerah ini mencapai Rp92,96 triliun. Secara triwulanan (q-to-q), ekonomi Sumbar juga tumbuh sebesar 3,15 persen.
Kepala BPS Provinsi Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, menjelaskan bahwa sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi motor penggerak utama dengan pertumbuhan mencapai 17,77 persen secara tahunan. Meski demikian, ia mengingatkan adanya catatan khusus dari sisi pengeluaran.
"Namun perlu diperhatikan bahwa komponen ini (impor barang dan jasa) merupakan pengurang PDRB," ujar Nurul dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2026).
Data BPS menunjukkan komponen impor barang dan jasa memang mencatat pertumbuhan tertinggi dari sisi pengeluaran, yakni sebesar 20,14 persen. Sementara itu, hampir seluruh lapangan usaha mencatatkan pertumbuhan positif, kecuali sektor pengadaan listrik dan gas yang terkontraksi 0,42 persen.
Sektor lain yang memberikan kontribusi signifikan meliputi jasa lainnya sebesar 9,10 persen, jasa keuangan 7,94 persen, pertambangan dan penggalian 7,57 persen, serta administrasi pemerintahan sebesar 6,31 persen.
Secara struktur, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih mendominasi perekonomian Sumbar dengan kontribusi 22,03 persen. Diikuti oleh sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 16,84 persen, transportasi dan pergudangan 10,69 persen, konstruksi 9,18 persen, serta industri pengolahan 8,51 persen. Kelima sektor tersebut menyumbang 67,24 persen terhadap total ekonomi daerah.
Dalam skala regional Pulau Sumatera, Sumatera Barat menempati posisi keempat dalam pertumbuhan ekonomi tahunan, berada di bawah Kepulauan Riau, Lampung, dan Sumatera Selatan. Sementara dari sisi kontribusi PDRB terhadap ekonomi Sumatera, Sumbar menyumbang 6,83 persen.






