Egi Melgiansyah Kini Melatih Anak Muda, Dulu Viral Protes Wasit

Bogor – Egi Melgiansyah, eks gelandang Timnas Indonesia U-23 yang menjadi bagian dari generasi emas asuhan Rahmad Darmawan di SEA Games 2011, kini tak lagi ramai dibicarakan di sepak bola nasional. Setelah membela Persija Jakarta, Arema FC, hingga Persita Tangerang, ia disebut kini menekuni peran sebagai pelatih bagi pemain-pemain muda.

Di SEA Games 2011, Egi turut membantu Indonesia menyingkirkan Vietnam dan Thailand. Laju tim saat itu baru terhenti di final setelah kalah dari Malaysia.

Nama Egi juga pernah mencuat saat memperkuat sejumlah klub besar Tanah Air. Ia kembali jadi sorotan karena satu momen emosional ketika membela Persita Tangerang.

Saat itu, adik dari Maman Abdurrahman tersebut sempat memprotes wasit dan meminta pertandingan dipimpin secara adil. Seusai insiden itu, namanya perlahan jarang muncul lagi dalam pemberitaan sepak bola.

Egi Melgiansyah lahir di Bogor pada 4 September 1990. Ia merupakan adik dari legenda Persita Tangerang, Maman Abdurrahman.

Perjalanan sepak bolanya dimulai sejak kecil lewat akademi Pelita Jaya, ASIOP, dan Persita Tangerang hingga usia 15 tahun. Dengan nomor punggung 8, ia lalu melakoni debut profesional bersama Pelita Jaya pada usia 17 tahun dan langsung dipasang sebagai starter.

Saat itu, Pelita Jaya diperkuat banyak pemain senior Timnas Indonesia serta sejumlah pemain asing, termasuk striker Malaysia Safee Sali. Meski begitu, Egi tetap mampu menembus persaingan di skuad tersebut.

Ia bertahan cukup lama di Pelita Jaya. Ketika klub itu merger dengan Arema Cronous, Egi ikut pindah ke Malang, meski hanya bertahan satu musim.

Setelah itu, ia bergabung dengan Persija Jakarta dan kembali bertemu beberapa mantan rekan setim di Timnas Indonesia U-23. Kariernya kemudian berlanjut ke Borneo FC sebelum akhirnya kembali ke Persita Tangerang, klub masa kecilnya.

Momen yang paling diingat publik terjadi pada lanjutan Liga 2 2018 saat Persita Tangerang menghadapi Kalteng Putra pada 4 Desember 2018 di Stadion Pakansari. Pertandingan yang dipimpin wasit Novari Ikhsan itu dinilai diwarnai sejumlah keputusan kontroversial.

Kalteng Putra sempat unggul 2-0 atas Persita. Menjelang laga berakhir, para pemain Persita memprotes kepemimpinan wasit, dan Egi sebagai kapten mencoba menyampaikan keluhan rekan-rekannya.

Komentar