Coach Justin Kritik Herdman, Timnas Indonesia Diminta Berbenah

Jakarta – Pengamat sepak bola Justinus Lhaksana atau Coach Justin tidak mendesak pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, untuk mundur meski Skuad Garuda gagal lolos ke semifinal Piala AFF 2026.

Ia mengaku kecewa dengan penampilan Timnas Indonesia sepanjang turnamen, terutama saat menghadapi Vietnam dan Singapura.

Menurut Coach Justin, Herdman masih layak diberi waktu karena baru menangani Timnas Indonesia.

Ia menilai pelatih asal Inggris itu masih memiliki ruang untuk bereksperimen, mengingat target utama yang diburu adalah Piala Asia.

Meski begitu, kegagalan Indonesia menembus semifinal membuat batas toleransi terhadap Herdman ikut menipis.

“Saya sangat kecewa bukan pada eksperimennya. Karena dia baru datang, jadi saya maklum. Tapi saya kecewa dengan permainan kita,” kata Coach Justin, dikutip dari kanal YouTube Justinus Lhaksana.

Ia menilai performa Indonesia saat melawan Vietnam dan Singapura tidak sejalan dengan kualitas skuad yang tersedia.

Apalagi, Indonesia menurunkan banyak pemain diaspora sebagai starter.

“Layak juga dikritik bahwa dengan tujuh atau delapan pemain diaspora sebagai starter, performa ini sangat memalukan saat melawan Vietnam dan Singapura,” ujarnya.

Coach Justin menegaskan kegagalan itu tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada Herdman.

Ia menyebut para pemain juga memikul tanggung jawab karena mereka yang menjalankan instruksi di atas lapangan.

Namun, ia juga menilai sistem permainan yang diterapkan pelatih memengaruhi kemampuan pemain untuk mengeluarkan performa terbaik.

“Mungkin kalau pemain tidak nyaman diminta bermain dengan sesuatu yang tidak biasa mereka lakukan, kapasitasnya juga tidak keluar. Jadi ini semua tanggung jawab pelatih,” tuturnya.

Meski menyampaikan kritik keras, Coach Justin tidak sepakat jika hasil buruk di Piala AFF 2026 langsung berujung pada pemecatan pelatih.

Ia mengingatkan Herdman baru mulai bekerja bersama Timnas Indonesia dan masih butuh waktu untuk beradaptasi serta menerapkan filosofi permainannya.

“Tidak ada gunanya kita terus gonta-ganti, minta ini out, out, atau apa. Dia baru masuk,” kata Coach Justin.

Meski demikian, ia menegaskan toleransi terhadap Herdman tidak bisa dibiarkan tanpa batas.

Coach Justin menilai kredit sang pelatih sudah sangat menipis dan menuntut perbaikan pada agenda berikutnya.

“Jadi dia harus tampil baik di FIFA Asian Cup pada September-Oktober. Juara pun tidak. Kalau buat saya, masuk final saja sudah oke dibanding sekarang,” ujarnya.

Komentar