Jakarta – Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, melayangkan kritik tajam terhadap performa timnya usai Lille menelan kekalahan 2-4 dari Galatasaray pada laga ketiga fase liga Liga Champions 2026/2027.
Pertandingan tersebut berlangsung di markas Lille pada Kamis (22/10/2026).
Verdonk menjalani debut sebagai starter di posisi bek kiri di bawah arahan pelatih Davide Ancelotti.
Lille sempat memberikan perlawanan sengit melalui dua gol Soriba Diaoune, namun Galatasaray membalas lewat gol Yunus Akgun dan Aleksey Batrakov.
Petaka bagi tuan rumah terjadi pada babak kedua ketika Nabil Bentaleb mencetak gol bunuh diri dan Victor Osimhen menambah keunggulan bagi tim tamu.
Verdonk menyatakan kekecewaannya atas koordinasi tim yang dianggap terlalu longgar dalam mengantisipasi serangan lawan.
“Menurut saya, kami punya rencana yang bagus, tetapi kami terlalu mudah kebobolan,” ujar Verdonk seperti dikutip dari Le Petit Lillois.
Pemain berusia 29 tahun itu menyoroti rapuhnya lini pertahanan Lille, terutama dalam mengantisipasi situasi bola mati pada babak kedua.
Catatan statistik menunjukkan Lille kini telah kebobolan 10 gol dan hanya mencetak 4 gol dari tiga pertandingan awal fase liga.
Verdonk menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh bagi timnya agar bisa tampil lebih kompetitif di sisa laga mendatang.
“Kami harus melepaskan tembakan, mencetak gol, dan bertahan lebih baik di dalam kotak penalti,” tegas bek keturunan Aceh tersebut.
Ia menambahkan bahwa Lille wajib meningkatkan kualitas permainan di kedua area, baik saat menyerang maupun bertahan.
Kekalahan ini menempatkan Lille di peringkat ke-31 dari 36 kontestan tanpa mengoleksi satu pun poin.
Olivier Giroud dan rekan-rekan setimnya kini harus memenangkan lima pertandingan sisa untuk menjaga peluang lolos ke babak play-off 16 besar.








Komentar