Jakarta – Pengamat sepak bola nasional Bung Ropan menilai Shin Tae-yong belum tentu langsung mampu membawa Persija Jakarta juara pada musim pertamanya menangani Macan Kemayoran.
Ia menyebut pembangunan tim yang kuat membutuhkan proses, terlebih jika pelatih asal Korea Selatan itu melakukan perombakan besar di skuad Persija.
Dalam diskusi di kanal YouTube Locker Room Okezone, Bung Ropan menilai target juara pada musim pertama tidak realistis dan baru lebih masuk akal pada musim kedua atau ketiga.
“Kalau bicara target juara, menurut saya bukan di musim pertama. Lebih masuk akal di musim kedua atau musim ketiga,” kata Bung Ropan.
Menurut dia, tantangan Shin Tae-yong tidak hanya soal strategi permainan, tetapi juga menyatukan tim jika benar-benar mendatangkan banyak pemain baru sesuai kebutuhan.
Bung Ropan menilai proses adaptasi para pemain anyar akan memerlukan waktu, sementara Persija juga memiliki sejumlah pemain muda potensial yang terancam kehilangan menit bermain apabila terlalu banyak wajah baru datang.
“Kalau nanti ada delapan atau sembilan pemain baru dan semuanya pilihan Shin Tae-yong, tentu mereka akan lebih diprioritaskan. Dampaknya, banyak pemain muda yang bisa tersisih dari starting eleven,” ujarnya.
Ia menyebut nama Rizky Ridho, Dony Tri Pamungkas, Fajar Fathur Rahman, Rayhan Hannan, hingga Eksel Runtukahu sebagai pemain muda Persija yang membutuhkan menit bermain agar perkembangan mereka tidak terganggu.
Meski begitu, Bung Ropan menegaskan manajemen Persija tetap berhak memenuhi seluruh permintaan Shin Tae-yong dalam membangun skuad.
Namun, menurut dia, bila semua keinginan pelatih dipenuhi, maka target klub juga harus bisa tercapai.
“Kalau semua permintaannya dituruti, ya targetnya juga harus tercapai,” ucapnya.
Bung Ropan juga menyoroti rekam jejak Shin Tae-yong dalam menangani klub.
Ia menilai pengalaman Shin Tae-yong di level klub belum cukup kuat untuk menjadi jaminan bahwa Persija bisa langsung menjadi juara.
“Kalau mau juara dengan pemain-pemain baru, menurut saya berat. Karena dia baru sekali menangani klub di luar Korea, baru di Indonesia ini,” kata Bung Ropan.







Komentar