Bung Binder Soroti Diaspora Produktif Pulang ke Liga Indonesia

Jakarta – Tren pemain diaspora yang memilih melanjutkan karier di Liga Indonesia terus mencuri perhatian dalam beberapa musim terakhir, setelah sejumlah nama yang sebelumnya berkiprah di luar negeri mulai bergabung dengan klub Tanah Air.

Salah satu transfer yang paling menyedot sorotan publik adalah kepindahan Thom Haye ke Persib Bandung.

Setelah itu, Eliano Reijnders turut mengambil langkah serupa.

Persaingan di bursa transfer pun semakin sengit.

Persija Jakarta kemudian mendatangkan Jordi Amat, Mauro Zijlstra, Cyrus Margono, dan Shayne Pattynama.

Di sisi lain, Dewa United memperkuat tim dengan merekrut Rafael Struick dan Ivar Jenner.

Terbaru, juara bertahan Super League, Persib Bandung, kembali membuat gebrakan dengan memboyong dua pemain Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen dari FCV Dender dan Sandy Walsh dari Buriram United, untuk persiapan musim 2026/2027.

Bek berusia 31 tahun itu telah membela Timnas Indonesia sejak 2023.

Sampai saat ini, Sandy sudah mencatat 23 penampilan bersama skuad Garuda dengan torehan tiga gol.

Di tengah tren tersebut, pandit senior Bung Binder ikut memberi pandangan soal makin banyaknya pemain diaspora yang memilih melanjutkan karier di kompetisi domestik.

Ia mengaku sejak awal berharap para pemain keturunan Indonesia tetap bermain di level yang lebih kompetitif.

“Awalnya memang saya bilang, kalau bisa para pemain keturunan kita tetap di Eropa, main di Eropa, atau kalau tidak dapat klub di Eropa, ya main di negara Asia seperti Jepang atau Korea,” kata Bung Binder di kanal YouTube pribadinya.

Namun, menurut dia, situasinya berbeda untuk pemain yang sudah memasuki usia matang.

“Tapi kemudian saya juga bilang, kalau ada pemain diaspora kita yang usianya sudah 30 tahun atau lebih, ya bagus juga kalau mereka ingin kembali ke tanah leluhur, bermain di Indonesia dan mungkin pensiun di sini, tidak masalah,” ujarnya.

Meski begitu, Bung Binder menilai pemain yang masih berada dalam usia produktif sebaiknya tidak terburu-buru pulang ke Liga Indonesia.

Menurut dia, bermain di kompetisi yang lebih kompetitif dapat membantu perkembangan pemain sekaligus menjaga peluang mereka untuk tetap mendapat menit bermain yang cukup.

Komentar