BULOG Pastikan Stok Beras Sumatera Barat Aman Hingga Akhir 2026

Padang – Perum BULOG Wilayah Sumatera Barat menjamin ketersediaan stok beras di wilayahnya tetap aman dan melimpah hingga akhir tahun 2026. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong karena cadangan pangan pemerintah dipastikan mampu memenuhi kebutuhan daerah.

Hingga 21 April 2026, gudang utama BULOG di Rawang Timur, Kota Padang, tercatat menyimpan 10.500 ton beras. Cadangan ini disiapkan sebagai instrumen utama untuk menjaga stabilitas pasokan serta menekan fluktuasi harga pangan di tingkat konsumen.

Pemimpin Wilayah BULOG Sumatera Barat, R. Darma Wijaya, menjelaskan bahwa pihaknya terus memperkuat cadangan melalui penyerapan hasil panen petani lokal. Program penyerapan beras dari panen raya yang dimulai sejak awal tahun ini telah menunjukkan hasil positif.

"Hingga saat ini, realisasi penyerapan beras dari panen raya telah mencapai 2.600 ton atau sekitar 52 persen dari total target yang ditetapkan. Dan kita masih punya waktu yang panjang hingga akhir tahun," ujar Darma.

Tahun ini, BULOG Sumbar mematok target penyerapan beras petani lokal sebanyak 4.000 ton. Langkah ini tidak hanya bertujuan memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga sebagai upaya nyata dalam menjaga kesejahteraan petani agar hasil panen mereka terserap dengan harga yang layak.

Darma menegaskan bahwa melimpahnya stok beras menjadi indikator kuatnya ketahanan pangan di Sumatera Barat. Kombinasi antara cadangan yang besar dan penyerapan panen yang berkelanjutan dipastikan akan menjaga kelancaran distribusi beras ke masyarakat.

Selain menjaga kuantitas, BULOG juga berkomitmen penuh terhadap kualitas produk. Pengelolaan stok di gudang dilakukan secara profesional untuk memastikan seluruh beras yang disalurkan kepada masyarakat tetap dalam kondisi layak konsumsi.

"Selain menjaga ketersediaan, BULOG juga berkomitmen untuk terus memantau kualitas penyimpanan beras di gudang agar tetap terjaga dengan baik. Pengelolaan stok dilakukan secara profesional untuk memastikan beras yang disalurkan kepada masyarakat tetap dalam kondisi layak konsumsi," tambahnya.

Dengan strategi pengelolaan yang terukur, BULOG optimistis kebutuhan beras warga Sumatera Barat akan terpenuhi sepanjang tahun 2026. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan stabilitas pasokan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.