BPTU-HPT Padang Mengatas Perkuat Kolaborasi Kembangkan Sapi Lokal Sumbar

Limapuluh Kota – BPTU-HPT Padang Mengatas memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak untuk menjaga kelestarian sekaligus meningkatkan produktivitas sapi lokal Sumatera Barat.

Upaya ini merupakan bagian dari komitmen balai sebagai Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, dalam mendukung pengembangan sumber daya genetik ternak lokal yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Kepala BPTU-HPT Padang Mengatas, Farouk Mochtar, menyebut sapi lokal Sumatera Barat, khususnya Sapi Pesisir, merupakan plasma nutfah Indonesia yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap lingkungan tropis.

Menurut dia, sapi tersebut juga efisien dalam memanfaatkan pakan lokal dan memiliki daya tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan.

“Potensi ini harus terus dikembangkan melalui program pembibitan yang terarah, penerapan teknologi peternakan, dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan,” ujar Farouk, Minggu (19/07/2026).

BPTU-HPT Padang Mengatas kini menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dunia usaha, kelompok peternak, dan mitra pembangunan lainnya.

Kerja sama itu difokuskan untuk memperkuat program pembibitan, konservasi sumber daya genetik, peningkatan mutu genetik ternak, pengembangan hijauan pakan ternak, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang peternakan.

Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memperluas pemanfaatan teknologi reproduksi, memperkuat sistem perbibitan nasional, meningkatkan akses peternak terhadap bibit unggul, serta mengembangkan kawasan peternakan berbasis potensi lokal.

“Dengan sinergi yang kuat, produktivitas dan populasi sapi lokal Sumatera Barat diharapkan terus meningkat tanpa menghilangkan karakteristik genetik yang menjadi keunggulannya,” kata dia.

Selain mendukung aspek teknis, kerja sama ini juga menjadi wadah pertukaran pengetahuan, inovasi, dan pengalaman antarpihak terkait.

Pendekatan kolaboratif itu dinilai mampu membentuk ekosistem pengembangan peternakan yang lebih efektif, adaptif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Ke depan, BPTU-HPT Padang Mengatas berkomitmen membuka ruang kolaborasi yang lebih luas untuk mewujudkan pengembangan sapi lokal Sumatera Barat yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

“Dengan dukungan semua pihak, sapi lokal diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan peternak,” tutup Farouk.

Komentar