Padang – Bank Nagari gencar memulihkan ekonomi Sumatera Barat (Sumbar) pascabencana dengan fokus utama pada sektor pertanian. Langkah konkretnya adalah menghadirkan Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (KUA) untuk memodernisasi pertanian dan meningkatkan produktivitas petani.
Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, menegaskan bahwa KUA dirancang untuk mempermudah petani dan pelaku agribisnis mendapatkan alsintan tanpa terbebani biaya tinggi. "Modernisasi alat dan mesin pertanian adalah kunci peningkatan produktivitas," ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Bank Nagari menawarkan suku bunga rendah, hanya 3 persen efektif per tahun, dengan plafon pinjaman mulai dari Rp500 juta hingga Rp2 miliar dan tenor hingga lima tahun. KUA juga memberikan keringanan uang muka mulai dari 10 persen, serta bebas biaya administrasi, commitment fee, dan biaya pelunasan.
Fasilitas ini dinilai sangat relevan dalam kondisi pascabencana, di mana banyak pelaku usaha pertanian membutuhkan dukungan modal. Selain KUA, Bank Nagari juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan total pagu Rp1,5 triliun pada tahun 2026.
Pemerintah mendorong agar penyaluran pembiayaan difokuskan pada sektor produktif, termasuk pertanian, peternakan, dan perikanan, dengan porsi minimal 60 persen.
Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari, Hafid Dauli, menegaskan komitmen perusahaan untuk memberikan layanan pembiayaan yang mudah, cepat, dan terjangkau. Bank Nagari mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas pembiayaan ini melalui kantor cabang atau layanan digital yang tersedia.
Dengan dukungan pembiayaan yang inklusif, modernisasi sektor pertanian diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi Sumatera Barat.





