Padang – Puluhan warga meninggal dunia dan hilang akibat banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat selama dua pekan terakhir. Bencana ini juga melumpuhkan akses ke sejumlah wilayah, diperparah oleh hujan deras yang terus mengguyur.
Warga di daerah terisolasi, seperti Malalak Timur, mengirimkan video permintaan bantuan makanan dan evakuasi udara karena seluruh jalur keluar masuk wilayah tersebut tertutup.
Palang Merah Indonesia (PMI) Agam berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mencari dan menyelamatkan warga yang terjebak banjir di kawasan perkebunan Tiku V Jorong. Tim PMI menyusuri rumah warga dengan motor boat.
Kelangkaan kebutuhan pokok mulai dirasakan warga Lubuk Basung. Warga cemas karena beras sulit didapatkan akibat stok pedagang terbatas dan bantuan yang diborong. Pasokan beras dari luar daerah diharapkan segera masuk, meskipun transportasi terputus.
Beberapa titik rawan banjir di Muaro Putuih, Tiku V Jorong, masih terisolasi dan membutuhkan waktu lama untuk surut.






Komentar