Agam – Pemerintah Kabupaten Agam terus mengejar penyediaan lahan untuk pembangunan hunian tetap atau huntap bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi. Pembahasan terbaru dilakukan dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Lahan Hunian Tetap yang difasilitasi Kantor Staf Presiden (KSP) secara daring dari Ruang Rapat Bupati Agam, Jumat (19/6/2026).
Bupati Agam Benni Warlis mengatakan, pemerintah daerah sudah menyiapkan lahan seluas 4 hektare di Nagari Dama Gadang, Kecamatan Tanjung Raya, untuk pembangunan 280 unit rumah. Di Kecamatan Palembayan, juga tersedia lahan untuk 48 unit rumah.
Namun, kebutuhan lahan untuk huntap masih belum terpenuhi sepenuhnya. Pemkab Agam masih memerlukan tambahan sekitar 8 hektare lagi.
Benni menyampaikan, pihaknya telah mengajukan pemanfaatan lahan eks HGU PT Inang Sari melalui KSP dan Kementerian ATR/BPN. Proses tersebut sudah berjalan, tetapi pemerintah daerah masih menunggu penetapan agar pembangunan dapat segera dimulai.
Ia menilai lahan eks HGU PT Inang Sari menjadi lokasi terdekat yang tersedia, dengan jarak sekitar 25 kilometer dari wilayah terdampak bencana. Kawasan itu juga direncanakan untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat dan fasilitas pendukung lainnya.
Benni menambahkan, sebagian besar korban bencana saat ini sudah tinggal di hunian sementara atau huntara dan menerima Dana Tunggu Hunian (DTH). Meski begitu, percepatan pembangunan huntap tetap menjadi prioritas agar warga segera kembali hidup normal.
Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden, Irnash Ahmady, menegaskan pemerintah pusat akan terus mendorong percepatan penyediaan lahan. Dalam waktu dekat, tim KSP bersama kementerian terkait juga akan meninjau langsung kesiapan lahan di Sumatera Barat.
“Arahan Presiden sudah jelas, masyarakat tidak boleh terlalu lama tinggal di hunian sementara. Karena itu, seluruh proses harus didorong agar berjalan lebih cepat,” ujar Irnash.


Komentar