Batusangkar – Festival Minangkabau kembali digelar di Istano Basa Pagaruyung, Kamis (25/6), dengan fokus pada pelestarian budaya Minangkabau. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang dinilainya konsisten menjaga tradisi melalui kegiatan di tingkat nagari hingga puncaknya dalam festival tersebut.
Mahyeldi menilai Festival Minangkabau dapat menjadi contoh bagi kabupaten dan kota lain di Sumatera Barat dalam mempertahankan identitas budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman. Ia juga menyampaikan selamat atas kembalinya festival ini masuk dalam jajaran event Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Karena itu, Mahyeldi mengajak masyarakat di ranah maupun di rantau untuk terus merawat warisan budaya Minangkabau. Menurut dia, pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi memerlukan dukungan bersama.
Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan Festival Minangkabau telah menjadi agenda tahunan sejak pertama kali digelar pada 2016. Tahun ini, penyelenggaraan dimajukan ke Juni agar bertepatan dengan masa libur sekolah.
“Kami berharap festival ini bisa menjadi salah satu tujuan wisata bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan masa liburan,” kata Eka Putra.
Ia menjelaskan, festival tersebut kini tumbuh sebagai salah satu event unggulan dalam kalender event nasional karena konsisten menampilkan seni, budaya, dan kuliner khas Minangkabau. Sejak 2017, Festival Minangkabau juga tercatat dalam 125 event terbaik Indonesia pada Kharisma Event Nusantara.
“Ini menjadi kebanggaan sekaligus dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan,” ujarnya.
Eka Putra menegaskan, festival itu bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan juga upaya menghidupkan kembali nilai-nilai warisan leluhur agar tetap berkembang lintas generasi. Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan festival tidak lepas dari dukungan banyak pihak, termasuk masyarakat di ranah dan perantau.
Menurut dia, Festival Minangkabau juga menjadi penggerak ekonomi kreatif, wadah pelestarian budaya, sekaligus sarana memperkuat posisi Tanah Datar sebagai Luhak Nan Tuo dan pusat sejarah Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor Dt. Rajo Basa, Kepala Biro Data dan Sistem Informasi Kementerian Pariwisata Nova Arisne, Raja Pagaruyung Sutan Muhammad Farid Thaib Tuanku Abdul Fatah beserta istri, Wakil Bupati Ahmad Fadly beserta istri, dan Ketua Bundo Kanduang Internasional Prof. Dr. Puti Reno Raudha Thaib.







Komentar