Maestro Minang Yus Dt Parpatiah Berpulang, Sastra Minang Berduka


Padang – Kabar duka menyelimuti dunia seni dan budaya Minangkabau. Budayawan terkemuka, Yus Dt Parpatiah, menghembuskan napas terakhirnya di usia 87 tahun pada Sabtu (28/3/2026) pukul 16.30 WIB di kediamannya di Sungai Batang. Kepergian pimpinan grup seni Balerong Group ini meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak.

"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, telah berpulang Bapak/Angku Yus Dt Parpatiah," ungkap Kepala Dinas Kominfo Agam, Roza Syafdefianti, membenarkan kabar duka tersebut.

Yus Dt Parpatiah dikenal luas atas monolog-monolognya yang sarat akan drama komedi dan petuah adat Minang. Salah satu karyanya yang monumental adalah "Pitaruah Ayah", yang berisi nasihat-nasihat seorang ayah kepada anaknya.

A.F Dt Mantari Basa, tokoh adat Kurai, Bukittinggi, menyampaikan belasungkawanya atas kepergian sang maestro. "Masyarakat adat Minangkabau kehilangan sosok guru besar. Petuah petitih dan seluruh karya beliau menjadi rujukan memahami falsafah adat," ujarnya. Ia menambahkan, "Minangkabau kehilangan tokoh penting. Semoga ilmu, nasehat, dan petunjuk beliau menjadi ladang amal jariyah."

Lahir di Sungai Batang pada tahun 1939, Yus Dt Parpatiah merupakan sosok yang sangat berpengaruh dalam sastra Minang. Kepergiannya meninggalkan kekosongan yang sulit dicari penggantinya. Karya-karyanya akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.